Pengembang

Hash generator

Hasilkan nilai hash MD5, SHA-1, SHA-256, dan SHA-512 dari teks apa pun di browser. Tidak ada yang dikirim ke server — semua menggunakan Web Crypto API.

Teks input
Hash
MD5
SHA-1
SHA-256
SHA-512
Semua berjalan di browser Anda. Tidak ada yang dikirim ke server.

Apa itu hash?

Fungsi hash kriptografis mengubah input apa pun menjadi string dengan panjang tetap. Input yang sama selalu menghasilkan hash yang sama, tapi perubahan sekecil apa pun menghasilkan hash yang sama sekali berbeda — disebut avalanche effect. Hash bersifat satu arah: Anda tidak bisa membalik hash untuk mendapatkan input aslinya.

Penggunaan umum mencakup penyimpanan password (simpan hash-nya, bukan password), verifikasi integritas file (bandingkan checksum setelah download), tanda tangan digital, dan deduplikasi data. SHA-256 adalah yang paling banyak dipakai saat ini; MD5 dan SHA-1 dianggap tidak aman untuk tujuan kriptografis tapi masih berguna untuk checksum.

Kapan memakai tiap algoritma

MD5 (128-bit): Cepat, didukung luas. Tabrakan sudah terbukti, sehingga tidak aman untuk tujuan kriptografis. Masih layak untuk checksum non-keamanan, hash table, dan cache key.

SHA-1 (160-bit): Sudah deprecated untuk tujuan keamanan setelah collision attack dibuktikan pada 2017. Masih muncul di sistem lama dan hash commit git (git beralih ke SHA-256).

SHA-256 (256-bit): Andalan saat ini. Dipakai di TLS/SSL, Bitcoin, tanda tangan sertifikat, dan sebagian besar protokol kriptografis modern. Direkomendasikan untuk hampir semua use case baru.

SHA-512 (512-bit): Output lebih panjang dengan margin keamanan sedikit lebih kuat. Dipakai saat butuh hash yang lebih panjang atau untuk ekstra hati-hati.

Hashing vs enkripsi

Hashing bersifat satu arah — Anda tidak bisa memulihkan data asli dari hash, hanya memverifikasi bahwa input kandidat cocok. Enkripsi bersifat dua arah — Anda bisa mendekripsi dengan key yang tepat. Hashing untuk verifikasi (cek password, integritas file). Enkripsi untuk kerahasiaan (melindungi data saat transit atau saat disimpan).

Butuh membuat identifier unik? Coba UUID generator kami.

MD5 vs SHA-1 vs SHA-256 vs SHA-512: Perbandingan

Pilih algoritma hash yang tepat untuk kasus penggunaan Anda — persyaratan keamanan, ukuran keluaran, dan kinerja berbeda secara signifikan.

Fitur MD5 SHA-1 SHA-256 Direkomendasikan SHA-512
Panjang keluaran (bit) 128 160 256 512
Keluaran (karakter hex) 32 40 64 128
Kecepatan (relatif) Tercepat Cepat Sedang Lebih lambat
Status keamanan Rusak — tabrakan diketahui Tidak digunakan lagi Aman Aman
Kasus penggunaan umum Hanya checksum Sistem lama TLS, penandatanganan kode Aplikasi keamanan tinggi
Direkomendasikan NIST Tidak Tidak Ya Ya

MD5 dan SHA-1 secara kriptografi rusak untuk tujuan keamanan. Gunakan SHA-256 atau SHA-512 untuk implementasi baru.

Penggunaan Umum

  • Verifikasi integritas file: Buat hash SHA-256 dari file sebelum dan sesudah transfer untuk mengkonfirmasi tidak ada kerusakan atau gangguan yang terjadi.
  • Prototyping penyimpanan kata sandi: Prototipe bagaimana kata sandi seharusnya di-hash (SHA-256, SHA-512) sebelum mengimplementasikan penyimpanan sisi server dalam aplikasi web.
  • Generasi tanda tangan API: Banyak API memerlukan tanda tangan HMAC-SHA256 untuk otentikasi permintaan — gunakan alat hash untuk menguji konstruksi tanda tangan.
  • Pembelajaran blockchain: Pahami bagaimana proof-of-work Bitcoin berfungsi dengan men-hash header blok dan mengamati bagaimana mengubah satu byte mengubah output.
  • Kunci deduplikasi: Buat hash konten untuk mendeteksi file atau rekaman database duplikat tanpa menyimpan atau membandingkan konten penuh.
  • Anonimisasi data: Hash informasi yang dapat mengidentifikasi pribadi (email, telepon) untuk kasus penggunaan analitik di mana nilai aslinya tidak boleh disimpan.
  • Pemahaman commit Git: Git menggunakan SHA-1/SHA-256 untuk mengidentifikasi commit — hash string untuk memahami bagaimana Git menetapkan pengenal unik ke objek.

FAQ

Apakah MD5 masih aman dipakai?

Tidak untuk keamanan — jangan pakai untuk password, tanda tangan digital, atau apa pun yang bisa diuntungkan penyerang dari menemukan tabrakan. Masih oke untuk penggunaan non-kriptografis seperti checksum, cache key, atau deduplikasi, di mana kecepatan lebih penting daripada ketahanan tabrakan.

Bisakah hash dibalik untuk mendapatkan teks asli?

Tidak. Hash dirancang satu arah — proses hashing bukan fungsi yang bisa dibalik. Dictionary attack dan rainbow table bisa menemukan input yang umum (alasan kenapa hash password harus di-salt), tapi hash itu sendiri tidak bisa dibalik.

Mengapa algoritma berbeda menghasilkan hash dengan panjang berbeda?

Setiap algoritma punya ukuran output tetap. MD5 menghasilkan 32 karakter hex (128 bit), SHA-1 menghasilkan 40 (160 bit), SHA-256 menghasilkan 64 (256 bit), dan SHA-512 menghasilkan 128 (512 bit). Hash yang lebih panjang punya ruang output lebih besar dan lebih tahan tabrakan.

Apakah generator hash mengirim teks saya ke server?

Tidak. Semua proses hashing dilakukan di sisi klien menggunakan Web Crypto API yang sudah ada di browser Anda. Teks Anda tidak pernah meninggalkan perangkat Anda.

Bisakah saya membalikkan hash ke teks aslinya?

Tidak. Fungsi hash kriptografis bersifat satu arah — secara komputasional tidak mungkin merekonstruksi teks asli dari sebuah hash. Inilah yang membuat hash berguna untuk keamanan.

Dalam Angka

Sumber dan Bacaan Lanjutan

01
Berjalan di perangkatmu
File tidak pernah meninggalkan browsermu. Tanpa unggahan ke server.
02
8 bahasa
EN, ES, HI, PT, FR, DE, ID, JA — setiap alat.
03
Tanpa daftar akun
Buka halaman, gunakan alatnya. Itu saja.